Inilah Akibatnya Orang Yang Berbuat LICIK!!

Inilah Akibatnya Orang Yang Berbuat LICIK!!
Inilah Akibatnya Orang Yang Berbuat LICIK!!
Dikisahkan ada seorang laki-laki yang mendapat kehormatan di angkat sebagai penasehat Raja. Setiap hari Raja memintanya untuk menyampaikan sebuah nasehat atau kalam hikmah. Hari itu Raja memanggil penasehatnya dan memintanya agar menyampaikan sebuah kalam hikmah. Penasehat lantas maju dan mengatakan, “Berbuat baiklah kepada orang baik sebab kebaikan yang dilakukannya. Orang yang jelek budinya, kejelekannya akan menghukum dirinya sendiri.”
Ada seorang lelaki yang tidak suka perkataan itu dan iri dengan kedudukan yang diperoleh penasehat Raja itu. Lelaki itu kemudian mendekati Raja dan Dia mengatakan “Maaf Raja. Penasehat anda mengatakan kepada hamba bahwa mulut anda bau.”

Mendengar ini Raja merasa tersinggung. Tapi tidak lantas percaya. Dia ingin membuktikan sendiri kebenaran berita yang baru saja didengarnya. “Pulanglah, aku akan membuktikan ucapanmu.”
Bergegas lelaki itu pulang ke rumah. Dengan cepat dia mengundang penasehat Raja kerumahnya. Setelah penasehat Raja bertamu kerumahnya, dia menyuguhkan makannya yang banyak bawangnya. Setelah menghabiskan makanannya, penasihat pamit untuk pulang ke kerajaan, karena jam itu adalah jadwal rutinnya menghadap Raja.


Sesampainya di hadapan Raja, dia mengulangi kalam hikmah yang pernah disampaikannya, “Berbuat baiklah kepada orang baik, sebab kebaikan yang dilakukannya. Orang yang jelek budinya, kejelekannya akan menghukum dirinya sendiri.”
“Mendekatlah kepadaku!” perintah Raja
Mendengar itu penasehat segera menutupi mulut dan hidung dengan tangannya. Dia tidak ingin Raja mencium aroma bawang dari mulutnya.
Raja berkata dalam hatinya, “Benar perkataan orang itu.”
Raja kemudian menulis dengan tangannya sendiri sebuah surat. Kebiasaan selama ini, surat yang ditulis oleh raja isinya adalah pemberian hadiah. Tetapi Raja menulis dalam surat itu, “Jika orang  yang membawa surat ini datang, sembelihlah lehernya, kupaslah kutitnya, dan kirimkan mayatnya ke padaku!”
Raja menyerahkan surat itu kepada penasehat dan memerintahkannya agar agar di serahkan kepada pegawai yang menjaga istana. Setelah menerima surat , penasehat raja pamit undur diri.
Saat keluar dari kerajaan, penasehat berjumpa dengan lelaki yang mengundangnya makan. Lelaki itu bertanya, “Apa yang kamu bawa itu ?”
“Surat yang di tulis Raja, isinya biasa pemberian hadiah.” Jawab penasehat
“Apakah kamu bersedia jika surat itu di serahkan saja kepada ku ?” pinta si lelaki itu.
“Ini untuk mu.” Jawab penasehat dengan spontan
Dia merasa saat itu tidak sedang membutuhkan hadiah. Apalagi dia ingin membalas kebaikan lelaki yang telah mengundang makan itu.

Lelaki itu segera membawa surat dan menyerahkannya kepada pengawal yang dimaksud dalam surat. Setelah menerima dan membuka surat, pengawal berkata “Didalam surat ini, aku harus menyembelihmu dan mengulitimu.”
Kaget bukan kepalang lelaki itu mendengar ucapan pengawal Raja. Lelaki itu langsung berkata “Demi Allah surat itu bukan untukku. Sebelum bertindak, ayo surat ini kita kembalikan kepada Raja dahulu agar jelas.”
“Surat Raja tidak pernah kembali.” Tegas pengawal
Pengawal Raja segera menjalankan titah Raja. Disembelihlah lelaki jahat itu kemudian dikuliti dan jasadnya dikirimkan ke hadapan Raja.

Penasehat Raja datang menghadap sesuai kebiasaan, dan mengulangi kalam hikamh yang kemarin di sampaikannya. Raja heran dengan apa yang dilihatnya. Orang yang seharusnya sudah mati ternyata masih hidup. Jenazah yang dikirimkan kepadanya ternyata oranglain. Karena pernasaran, Raja bertanya “Apa yang kamu lakukan pada surat itu?”
“Setelah menerima surat dari anda, hamba berjumpa dengan seseorang. Kemudian dia meminta surat itu, akhirnya hamba serahkan kepadanya.” Jawab penasehat
“Orang itu mengabarkan kepadaku bahwa kamu mengatakan mulutku bau.”
“Hamba tidak pernah mengatakan itu.” Jawab penasehat
“Kenapa kamu meletakkan tangan ke mulutmu waktu Saya suruh untuk mendekat?” Ucap Raja
“Lelaki yang meminta surat itu menyuguhkan makanan yang banyak bawangnya waktu saya di undang ke rumahnya. Saya tidak ingin anda tidak nyaman dengan bau mulutku.” Jelas penasehat
“Sekarang saya menyadari , perkataanmu selama ini benar. Orang yang jelek budinya, kejelekan nya akan menghukum dirinya sendiri.”

Hidup ini bagaikan cermin.
Cermin memantulkan apa yang Anda berikan padanya secara sempurna. Jika anda berbuat kebaikan, Tuhan akan mengembalikan kebaikan pada Anda juga. Jika Anda melakukan kekerasan dan kejahatan, Tuhan akan mengembalikan kekerasan dan kejahatan pada anda juga.
Ingatlah, apa yang Anda tabur maka itu juga yang Anda tuai.
Semoga kita bisa mengambil pelajaran yang baik dalam cerita ini.

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==